Istanbul – (16/12/2025) Vakıf bank Turki telah menandatangani perjanjian pendanaan baru senilai €750 juta, proyek ini memungkinkan pendanaan komersial hingga €1,5 miliar dengan tenor hingga 10-12 tahun, dalam proyek “Access to Finance for Jobs and Growth,” yang disetujui langsung oleh Bank Dunia. Pendanaan ini merupakan bagian dari jaminan International Bank for Reconstruction and Development (IBRD), salah satu kelompok Bank Dunia yang fokus pada rekonstruksi dan pembangunan.
Struktur pembiayaan mencakup tiga jendela utama: Empowering Women Entrepreneurs (€500 juta), Sectoral Access to Finance Facility (€800 juta), dan Resilience Through Access to Finance (€200 juta), dengan fokus pada UMKM (UMKM) yang mendukung partisipasi ekonomi perempuan dan pemuda.
Jaminan tambahan dana tersebut ditujukan juga untuk mendukung usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Turki. Khususnya untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang ditargetkan sebesar 800.000 untuk pemuda dan perempuan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Selain mendorong penciptaan lapangan kerja, pendanaan ini juga bertujuan untuk memperkuat inklusi keuangan nasional dan membantu Pemulihan ekonomi wilayah tenggara Turki yang terdampak gempa bumi pada tahun 2023. Melalui pinjaman pemulihan, dengan insentif berbasis kinerja seperti pengurangan suku bunga untuk perusahaan yang meningkatkan tenaga kerja perempuan atau pemuda. ni bagian dari program Bank Dunia yang lebih besar bernilai $4 miliar untuk Eropa dan Asia Tengah, dengan Turki sebagai salah satu penerima pertama.
Di tengah kondisi perekonomian yang masih menantang, inflasi di Turki tercatat berada di kisaran 30–35 persen pada akhir tahun 2025, meskipun menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode sebelumnya, seperti yang pernah redaksi Konstantinesia tulis dalam postingan https://www.instagram.com/p/DPlnMAXCBKb/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== . Pemerintah Turki bersama sejumlah lembaga internasional mencerminkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sekitar 3–3,5 persen pada tahun 2025. Lembaga pemeringkat kredit internasional Moody's memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Turki berada di kisaran 3,2–3,4 persen pada 2025–2026, IMF 3,5%, Bank Dunia 3,5%, sementara ING lebih optimis di 3,8% berkat momentum kuartal akhir 2025. Dalam konteks pendanaan tambahan tersebut, ini dinilai dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional, terutama di sektor UMKM yang menyumbang 55% PDB Turki dan 73% lapangan kerja, menurut data Küçük ve Orta Ölçekli İşletmeleri Geliştirme ve Destekleme İdaresi Başkanlığı (KOSGEB) (badan UMKM Turki).
![]() |
| Source: Bloomberg HT |
Dalam konferensi pers, Direktur Utama Vakıf Bank, Abdi Serdar Üstünsalih, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Bank Dunia telah dimulai sejak tahun 2010 dan hubungan ini semakin erat selama bertahun-tahun dengan berbagai proyek, dan pendanaan baru ini membawa hubungan tersebut ke tingkat yang lebih tinggi.
“Inisiatif ini tidak hanya menyediakan sumber daya finansial yang signifikan bagi sektor bisnis, tetapi juga secara langsung memperkuat penyerapan tenaga kerja, terutama bagi wanita dan kaum muda,” ujarnya.
Üstünsalih menambahkan bahwa transaksi pendanaan ini merupakan transaksi tertinggi yang pernah dilakukan sektor perbankan Turki dengan organisasi pembangunan internasional.
Meskipun kesepakatan ini umumnya disambut positif sebagai booster pemulihan ekonomi (termasuk dari Menteri Keuangan Mehmet Şimşek yang mengatakan ini bagian dari kerjasama jangka panjang Bank Dunia senilai $4.2 miliar pada tahun 2025), komentar ahli ekonomi Turki cenderung hati-hati karena berkaitan dengan inflasi yang tinggi, beban utang, dan skeptisisme terhadap transparansi distribusi dana publik.
Prof Veysel Ulusoy, ekonom dari ENAGRUP dan kolumnis Cumhuriyet , sering menyoroti potensi yolsuzluk dalam pengelolaan dana dan data ekonomi pemerintah. Dalam salah satu postingan X nya (@ekonomikanaliz) tentang isu korupsi publik, dia menyatakan:
"Bu bir yolsuzluk haberidir. Daha doğrusu araştırma yolsuzluğu ortaya çıkarıyor. Sonra da enflasyon neden yüksek ülkemizde diye dertleniyoruz. E artık uyan be saf halkım. Fakir halkım." (Ini adalah berita korupsi. Lebih tepatnya, penelitian mengungkap korupsi. Lalu kita mengeluh kenapa inflasi tinggi di negara kita. Eh, bangunlah hai rakyatku yang polos. Rakyatku yang miskin).
Komentar ini relevan dengan skeptisisme umum terhadap alokasi dana pemerintah atau internasional dan menunjukkan kekhawatiran nepotisme dan bahwa dana eksternal sering hanya menutup lubang utang, bukan menciptakan inovasi sejati.
Program ini sejalan dengan pandangan umum dalam analisis ekonomi yang menempatkan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Turki dan kunci penciptaan lapangan kerja. Fokus pada perempuan dan generasi muda juga dipandang sebagai upaya memperbaiki gangguan akses modal pada kelompok yang seringkali paling kekurangan pembiayaan.
Dengan meningkatnya dukungan finansial internasional ini, pemerintah Turki berharap sektor UMKM bisa tumbuh lebih dinamis dan menciptakan lapangan kerja yang stabil, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah meningkatnya global.
Penulis: Muh. Yusril
Editor: Muhammad Rangga Argadinata
